Showing posts with label * Cinta Akbar *. Show all posts
Showing posts with label * Cinta Akbar *. Show all posts

Monday, March 19, 2012

Cinta Lara


Rentannya jiwa...
saat demi saat
detik bergilir masa

Bisakah kau lindungi
keluh kesah...pedih
yang merinai hati
dalam irama sedih.

Titis embunan sabar
yang kau tadah saban malam
di bejana jiwa

Berturap emas kencana
serasakan kosong
nihil...

Tanpa berbekas
biarpun sekecil hama.

Pada sayap malam
sering kau titip pesanan
bersungguh kau sangkut ilusi


Imajimu ditarah fantasi
sebungkah mimpi
di dalam jeriji diri




Sekilas indah kau pandang
senja berlegar di bibir awan
dan kau bermadah

Kekasih..!
Sesungguhnya akulah
pemburu cinta
bersedia untuk menghamba...

Dari kamar hati
tak jemu kau berkisah peri
janji tak berhujung
tanpa bertepi

Akhirnya tak kau endah
galau hatimu dijerat gundah

Kau kosongkan dada
mengusir duka pedih gelora
pun pernah terasa
hilang separuh nyawa

Temaram senja yang tiba
kau terlihat samar-samar
nubarimu disunting kasih-Nya
satu
milik Yang Maha Esa...















Sunday, March 18, 2012

Kembalilah...


Kembalilah ke dalam diri...

Ketika hati digali tanpa mengerti
senyuman di hujung bibirmu
melitupi hakikat duka itu

Apa yang ada...

Di sebalik tatapan mata
lesu bicara
kau setia menongkah
hijab sejuta rahsia

Rahsia duka yang kau hadapi
serentetan sejarah yang kau titi
apakah mungkin ada yang mengerti
tika hadirmu...
tak berharap simpati

Lantas...
Kembalilah ke dalam diri

Yakini milikmu bukan mimpi sedih
saat kau diabaikan
saat kau dilupakan
saat kau berasa terbuang

Percayalah pada diri
kembalilah ke dalam diri
jiwa ragamu tahan diuji




Sosok duka tak kelihatan
esak pilu derai tangisan
tersisih diri tanpa penghargaan
di luar pandang kasihnya insan

Kembalilah ke dalam nurani...

Seteguh waja besi kersani
jadikan Allah sebagai sandaran
kau limpahkan doa harapan

Ternyata Dia menjadi dambaan
hanya Allah sumber kekuatan
 merenjis ambar kebahagiaan...




















Sunday, August 07, 2011

Cahaya Hati



Cinta perlu dicari
Tak kan hadir
Andai kau menyendiri...
Cinta menjadi sepi
Kala hilang sukar diganti
Andai benar cinta suci...


Pernahkah...
Bertanya naluri
Mengapa cinta pergi...
Perlukah cinta
Membutakan hati...
Atau dibutakan
Cinta sendiri..?





Pernahkah...
Kau temui biarpun sekali
Cinta harum cinta sejati...
Melebihi karamah cinta insani
cinta Akbar cinta Illahi...



Tuesday, July 26, 2011

Marhaban ya Ramadhan..




Hadirnya bukan rahsia...
tak sekadar hakikat cinta
antara hamba dan Maha Pencipta...
tak sekadar nafsu dikuda
penuhi kehendak tepu dijiwa
namun bukti kita tak punya
sebesar zarah di alam fana...




Tibanya kita rai...
sepi mendakap dinihari
khusyuk berlagu kalam Illahi
ke lubuk zahiri jua batini
tika pahala tekun dinanti...




Kunjungmu  Ramadhan Al Mubarak
bukti zat-Nya tiada kemarau
tarawih witir harum semarak
nur iman menepis hati yang galau...


Saturday, July 23, 2011

Dongengan: Titis Awal...CINTA...



Hikayat dongeng dahulukala, dinukilkan tentang wujudnya sebuah pulau dihuni oleh semua jenis perasaan termasuklah bahagia, nestapa, bongkak malah cinta...

Pada suatu hari, tersebarlah satu berita yang amat menggemparkan semua jenis perasaan, pulau yang dihuni mereka akan tenggelam.Tanpa bertangguh, tergesa-gesalah mereka menyiapkan sampan untuk menyelamatkan diri masing-masing kecuali Cinta...tetap tenang kelihatannya. 




Khabar yang disangka palsu itu, benar-benar berlaku.  Hujan lebat tanpa henti selama beberapa hari kian mengirimkan petanda paras laut semakin tinggi dan merbahaya.  Bahkan telahpun menenggelamkan pulau-pulau sekitar.

Tidak terkecuali Pulau Perasaan, mujurlah mereka dapat meninggalkan pulau itu dengan sampan masing-masing.  Hanya Cinta sahaja yang tetap setia di pulau itu.  Cinta terus bertahan sehingga ke detik akhir.




Pulau Perasaan mulai tenggelam sedikit demi sedikit, Cinta lantas tergugah dan memohon bantuan.  Ketika itu, Kemewahan dengan sampannya yang indah melalui pulau yang semakin ditenggelami lautan; Cinta pun memohon ehsan, " Kemewahan, bolehkah kau bawa aku bersama dengan sampanmu yang cantik itu?"
" Ohh Tidak!  Tidak!  Terlalu banyak jongkong emas dan harta benda dalam sampanku, tiada ruang langsung untukmu, Cinta..!"  Cinta hanya termangu-mangu melihat sampan Kemewahan berlalu...


Tidak lama kemudian, kelihatan pula sampan Keangkuhan.  Sampannya yang kelihatan hebat berada hampir dengan Cinta, " Angkuh, tolonglah aku.  Lihat... Aku hampir tenggelam! " sayu terdengar suara Cinta. 
" Ahh...Kau fikir engkau siapa untukku bantu?  Rosaklah kehebatan sampanku ini, kalau engkau aku tumpangkan..! " kejam benar jawapan Angkuh tanpa memperdulikan rintihan Cinta.




Berpaling ke sisi, Cinta terlihat Sepi baru saja ingin meninggalkan pulau itu, maka Cinta pun segera meminta, " Wahai Sepi, kasihanilah aku.  Izinkanlah aku pergi bersamamu, " pintanya dengan suara yang sendu. 
" Oh Cinta... Maafkan aku kerana tidak dapat memenuhi permintaanmu.  Terlalu kosongnya hidupku untuk membiarkan kau menemani.  Tinggallah Cinta...aku sudah biasa keseorangan.., " tukas sepi kembali.


Seketika itu pula sampan Bahagia melintasi.  Tampak gemilang dan mempersonakan sekali.  Namun Bahagia terlalu berbunga-bunga dan ceria hatinya, untuk menyedari kehadiran Cinta di situ.




Tiba-tiba ketika Cinta kebingungan, terdengar suara menyapa, " Ayuhlah Cinta!  Mari kubawa kau bersamaku, " suara yang agak uzur memanggilnya.   Tidak terlukis rasa gembira dan syukur di hati Cinta melihat ada yang sudi menghulurkan pertolongan di saat genting itu.  Sehingga Cinta terlupa untuk bertanya ke mana gerangan destinasi mereka.

Akhirnya mereka pun selamat mendarat.  Terpanggil untuk mengucapkan terima kasih di atas bantuan si tua yang uzur itu, Cinta seraya bertanya kenalannya Hikmah yang sedia menghuni tempat itu, " Hikmah, siapakah si Tua  yang uzur itu?  Dia yang telah membantu aku meninggalkan pulau tadi. "

" Dialah Masa, duhai Cinta... Tidakkah kau mengenalinya? " balas Hikmah dengan pertanyaan pula.

" Masa? " kepalang terkejut Cinta mendengarnya.

" Mengapa Masa sudi membantu aku, Hikmah? "




Diiringi senyuman tulus, Hikmah pun menjawab kembali, " Kerana hanya perjalanan Masa yang mampu memahami betapa bernilainya dirimu, Cinta...! "

Kisah ini sekadar dongengan jua santapan minda untuk lebih mudah kita fahami erti hakikat.  Klasiknya kisah Cinta menghamparkan sebuah hakikat yang perlu diterima jiwa dan raga.  Setelah kita kenali cinta sejujurnya, maka mampu untuk kita terjemah dengan tindakan yang tidak melangkaui landasan hukum dan akal.

Hakikat yang berpaksikan ilmu dan iman agar kita sedar kepentingannya lalu terbimbing ke arah hidup yang diredhai Allah Azzawajalla.  Salah mentafsir, tersesatlah diri lalu kan terjerumus ke lembah penderitaan.  Namun sebaliknya, cinta mampu menjadi momentum ke arah kehidupan dunia akhirat yang lebih abadi dan bererti di sisi yang Maha Esa...



Sunday, April 10, 2011

Kala Mata Enggan Terlena





Sebegini larut hening memugar buana
rembulan pudar cuba kujejaki sinarnya
biarpun cuma sejalur...ayuhlah menyapa
biasi kaku jendelaku...payungi gelita
asyik membelenggu jagat raya.
Melodi sendu masih berlagu...kelabu di sini
menarikan not-not emosi yang tersendiri
layar diri mampir bertingkah dalam ilusi
lalu mengetuk dinding kamar hati ini.
















Duhai malam
 di bilur waktu...sungguh insan sepertiku
merindui harum asli santunmu
lembut hamparan murni pawana
lewat derai embun bertitisan
menemani indah lelap anak Adam.
Di persadamu jua malam...
sepertiga waktu antara lena dan jaga
segelintir perindu kasih Khaliqnya
meninggalkan enak pembaringan...
himpun ke sisi selaut manis mimpi
dipaksa berakhir seawal subuh sepi.




tuk mengalungkan kudus kasih buatMu
ya Azzawajalla...ya Rabbul Izzati...
seluruh raga sujud melafaz syahdu
basah lidah mengalunkan kalimahMu
segunung harapan penuh pasrah
meluruhkan kalbu separas lembah
insafi kenaifan diri cuma sementara
bertunjangkan paksi munajat kalamullah
bersendikan bhait-bhait doa taubat
menhimbau dosa yang terhimpun, termuat
dek batas usia kian sempit dan sendat.















Damba beningmu wahai malam...
mengusung firasat sedhaif hamba
ke alam jiran bersebelahan
seawal jodoh yang Kau takdirkan
untuk sekalian makhluk bergelar insan.
Penghijrahan tulen demikian hebat
ditunggu setia pasangan Malaikat
tiada kan kudakapi indah purnama
tiada beza cerah dan gelita
sekadar talam emas tahkan tembaga
yang kutadahi, kuisi titip-titip doa
saudara, teman jua cahayamata
sekian lama sangat dekat di hati
tanda diriku redupi rimbun memori...




Kudusnya doa kalian yang ditinggalkan
ibarat lentuk kerdipan dian
sebagai pengganti cahayamu rembulan
mohon tidak berseliseh rusuk kiri dan kanan
kerna hambatan dosa dan perbuatan...
Lalu kuseru semangat alpa dan tenggelam
terdidiklah mensyukuri rahmat-nikmat
harapan, kehendak segunung pinta
usahlah purnama jadi rajuk nostalgia
usah pungguk diajuk ceritera lambang setia
lantaran bak laranya cinta mereka
kita pun tetamu di bumi yang fana...












        






Wednesday, March 09, 2011

* Titipan Kasih... *













Di persimpangan ini ya Illahi...
kupilih untuk merindui-Mu
penuh limpah kasih syahdu...








Di celahan rinduku ya Rabbul-Jalil
maha Esa kasih-Mu Al Wahid
bersulam doa dalam sujudku









resapi makna sifat Quddus-Mu
terakam di lantai tafakkur fikir
intaian tersirat di sebalik Takdir














Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...